
LIGA335 – Apakah Anda tahu bahwa astronot bisa tumbuh lebih tinggi di luar angkasa? Fenomena ini terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi faktanya ilmuwan telah membuktikannya melalui misi luar angkasa, terutama di International Space Station (ISS). Artikel ini akan menjelaskan penyebab, efek, dan fakta menarik lainnya seputar fenomena unik ini.
Mengapa Astronaut Bisa Tumbuh Lebih Tinggi di Luar Angkasa?
Fenomena pertumbuhan tinggi astronot terjadi karena gravitasi bumi tidak bekerja sama seperti di Bumi. Di ruang hampa atau kondisi microgravity, tulang belakang astronot tidak lagi mengalami tekanan dari berat tubuh. Akibatnya, diskus intervertebralis di antara tulang belakang dapat meregang, sehingga tubuh astronot menjadi lebih panjang sementara.
Menurut penelitian NASA, rata-rata astronot bisa bertambah tinggi sekitar 2 hingga 5 cm selama berada di luar angkasa. Namun, efek ini bersifat sementara, karena setelah kembali ke Bumi, gravitasi akan menekan kembali tulang belakang, dan tinggi tubuh mereka akan kembali normal.
Efek Jangka Panjang dan Tantangan
Pertumbuhan sementara ini bukan tanpa risiko. Ketika tulang belakang meregang, beberapa astronot mengalami nyeri punggung. NASA bahkan mencatat bahwa nyeri punggung ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering muncul di misi luar angkasa jangka panjang.
Selain itu, pertumbuhan tinggi astronot juga mempengaruhi perhitungan peralatan ruang angkasa. Kursi, meja, dan sistem kontrol di ISS harus dirancang fleksibel agar dapat digunakan dengan aman oleh astronot yang tingginya berubah selama misi.
Fakta Menarik Lainnya
- Microgravity memengaruhi seluruh tubuh – Selain tulang belakang, otot astronot juga bisa melemah karena gravitasi rendah. Itulah mengapa mereka harus rutin berolahraga di ISS.
- Tubuh membutuhkan adaptasi kembali di Bumi – Setelah mendarat, astronot harus melakukan fisioterapi agar tulang dan otot kembali kuat.
- Fenomena ini unik bagi manusia – Hewan yang pernah dibawa ke luar angkasa juga mengalami perubahan tubuh, tetapi pertumbuhan tinggi seperti pada manusia jarang diamati.
Kesimpulan
Fenomena astronot tumbuh lebih tinggi di luar angkasa menunjukkan bagaimana tubuh manusia menyesuaikan diri dengan kondisi ekstrem. Meskipun efeknya sementara, hal ini memberikan wawasan penting bagi misi luar angkasa jangka panjang, termasuk rencana kolonisasi Mars.
Bagi penggemar astronomi dan eksplorasi luar angkasa, fakta ini adalah salah satu bukti betapa unik dan menakjubkannya tubuh manusia ketika berada di luar bumi.
Sumber: angkamaut.my.id